
Lapangan Kudus Jadi Panggung Pesepak Bola Putri
MilkLife Soccer Challenge mempertemukan pesepak bola putri usia sekolah di Kudus pada 13–18 Oktober. Dari lapangan sekolah, mereka mendapat panggung kompetisi antartim.
Dua Lapangan Menampung Pesepak Bola Putri
Supersoccer Arena dan Lapangan Rendeng menjadi panggung pesepak bola putri usia sekolah di Kudus pada akhir pekan ini. MilkLife Soccer Challenge Kudus Seri 1 2026–2027 berlangsung pada 13–18 Oktober, mempertemukan pemain kelompok umur 10 dan 12 tahun. Pertandingan kelompok umur 10 tahun masih berlangsung di Lapangan Rendeng pada Jumat, 16 Oktober.
Tim Sekolah Menjadi Bagian Rangkaian 15 Kota
Turnamen yang diinisiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife itu bertumpu pada tim-tim sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah. Kudus menjadi salah satu persinggahan dalam rangkaian kompetisi di 15 kota.
Seri Yogyakarta Melahirkan Juara Baru
Pada seri Yogyakarta yang berakhir 20 September lalu, SD Tarakanita Bumijo I meraih gelar KU 10 untuk pertama kalinya. Mereka mengalahkan SD Muhammadiyah Sapen 3–1 di final. Alisya Natalia Bandari mencetak ketiga gol Tarakanita pada laga tersebut.
Afita Masih Mengejar Kesempatan Berikutnya
Dari seri Yogyakarta pula, Afita Nur Inderasari membawa pulang penghargaan pemain terbaik KU 12. Pemain SDN Kalasan 1 itu mengatakan, “Saya belum puas dan masih ingin terus berproses lagi.” Dalam keterangan yang dimuat penyelenggara pada September, Afita berharap bisa terpilih mengikuti MLSC All-Stars, lalu melanjutkan ke Hydroplus Soccer League dan tim nasional.
Rangkaian Berlanjut ke Jakarta Utara dan Bandung
Jadwal rangkaian di Kudus berakhir pada 18 Oktober. Setelah itu, giliran Jakarta Jaya atau Jakarta Utara dan Bandung menggelar seri mereka pada 20–25 Oktober. Surabaya menyusul pada 27 Oktober–1 November.
Baca juga
Sudah baca? Uji pengetahuanmu.
1 soal dari artikel ini. Jawaban benar memberi 1 poin. Setiap soal dihitung sekali dan poin tersimpan di akunmu.
Memuat trivia…


